Skip to content
Social networks

Amazon Tinggalkan Fire Tablet, Ganti dengan Alexa Tablet Berbasis Android Penuh

Amazon sedang mengubah arah bisnis tabletnya. Setelah bertahun-tahun mempertahankan Fire Tablet dengan sistem yang sangat dikustomisasi, perusahaan kini menggantinya dengan keluarga Alexa Tablet yang menjalankan Android penuh dan mendapatkan akses ke Google...

4 minutes read 0 comments
Tablet modern menampilkan antarmuka digital sebagai ilustrasi Amazon Alexa Tablet berbasis Android

Amazon sedang mengubah arah bisnis tabletnya. Setelah bertahun-tahun mempertahankan Fire Tablet dengan sistem yang sangat dikustomisasi, perusahaan kini menggantinya dengan keluarga Alexa Tablet yang menjalankan Android penuh dan mendapatkan akses ke Google Play Store.

Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama. Amazon juga menempatkan Alexa+ sebagai pusat pengalaman, termasuk kemampuan memahami apa yang sedang tampil di layar dan membantu pengguna menjalankan tugas berdasarkan konteks. Untuk konsumen, pertanyaannya sederhana: apakah tablet baru ini akhirnya menjadi perangkat Android yang lebih lengkap, atau tetap menjadi pintu masuk ke ekosistem Amazon?

Fire Tablet akhirnya masuk babak baru

Selama bertahun-tahun, Fire Tablet dikenal sebagai tablet dengan harga relatif terjangkau tetapi menggunakan versi Android yang sangat dimodifikasi. Salah satu konsekuensinya adalah akses aplikasi yang lebih terbatas dibanding tablet Android yang memakai Google Play Store secara resmi.

Menurut laporan Wired pada 8 Oktober 2026, Amazon menghentikan lini Fire dan memperkenalkan tiga model baru: Alexa Tablet 8, Alexa Tablet 11, dan Alexa Tablet 12 Pro. Preorder dibuka dan pengiriman dijadwalkan mulai 14 Oktober 2026.

Android penuh menjadi perubahan paling penting

Alexa Tablet baru menjalankan Android 16 dan mendapatkan akses resmi ke Google Play Store. Ini membuat perbedaan besar untuk pengguna yang membutuhkan aplikasi di luar ekosistem Amazon.

Amazon menjanjikan setidaknya empat tahun pembaruan perangkat lunak untuk lini baru tersebut. Perusahaan juga menyebut Android 17 akan hadir lebih awal pada 2027. Dengan basis Android yang lebih terbuka, tablet ini berpotensi lebih cocok untuk penggunaan produktivitas, komunikasi, dan aplikasi pihak ketiga.

Tiga ukuran untuk kebutuhan berbeda

Alexa Tablet 8 menjadi model paling ringkas dengan layar 8,7 inci. Alexa Tablet 11 membawa layar 11 inci, sementara Alexa Tablet 12 Pro menjadi model tertinggi dengan layar 12 inci beresolusi 2800 x 1840 dan refresh rate 120 Hz.

Model Pro menggunakan MediaTek Dimensity 8400 dan tersedia dengan RAM hingga 16 GB. Ada pula opsi layar Nanomatte yang dirancang untuk mengurangi pantulan dan memberikan tampilan yang lebih nyaman ketika digunakan dalam kondisi terang.

Alexa Tablet 11 dan 8 memakai MediaTek Dimensity 8189. Kapasitas baterai masing-masing berada di kelas 6.500 mAh dan 4.600 mAh, sedangkan model Pro membawa baterai 9.000 mAh.

Alexa+ menjadi pembeda utama

Hardware saja bukan alasan Amazon mengubah merek tablet. Perusahaan juga ingin Alexa+ menjadi bagian yang lebih aktif dari aktivitas pengguna.

Salah satu fitur yang paling menarik adalah On-Screen Intelligence. Ketika diaktifkan, Alexa dapat melihat konteks dari apa yang sedang ditampilkan di layar dan membantu pengguna mengambil tindakan. Misalnya, pengguna dapat meminta Alexa membandingkan informasi yang terlihat, memasukkan jadwal ke kalender, atau membantu mencari produk dari konten yang sedang dilihat.

Amazon juga membawa kemampuan percakapan langsung melalui Alexa+. Pengguna dapat berinteraksi secara real-time tanpa harus selalu mengulang kata pemicu. Konsepnya mirip dengan tren asisten AI modern yang mulai bergeser dari sekadar menjawab pertanyaan menjadi pendamping yang memahami konteks.

Amazon tetap membawa kepentingan ekosistemnya

Meski kini memakai Android penuh, Alexa Tablet tidak berubah menjadi tablet Android biasa. Amazon tetap menempatkan konten dan layanannya di pusat antarmuka.

Layar utama memiliki Dynamic Tab yang dapat menampilkan konten dari perangkat dan layanan Amazon. Ada pula pengalaman For You yang menggantikan feed Discover Google. Kindle mendapatkan mode khusus yang mematikan notifikasi dan mengoptimalkan perangkat untuk membaca.

Artinya, strategi Amazon masih konsisten: perangkat keras digunakan untuk memperkuat hubungan pengguna dengan Prime Video, Kindle, Amazon Photos, Alexa, dan toko Amazon. Bedanya, hambatan aplikasi yang selama ini menjadi kelemahan Fire Tablet kini dikurangi dengan hadirnya Google Play Store.

Apakah Alexa Tablet layak diperhatikan?

Perubahan ini menarik karena Amazon akhirnya mengakui bahwa pengalaman tablet modern membutuhkan dua hal sekaligus: ekosistem layanan yang kuat dan fleksibilitas aplikasi. Fire Tablet unggul pada harga dan integrasi Amazon, tetapi keterbatasan aplikasinya membuatnya sulit bersaing dengan tablet Android dan iPad untuk pengguna yang lebih serius.

Alexa Tablet mencoba memperbaiki titik tersebut tanpa meninggalkan identitas Amazon. Jika kualitas pembaruan perangkat lunak konsisten dan Alexa+ benar-benar membantu aktivitas sehari-hari, lini baru ini bisa menjadi pesaing yang lebih serius di pasar tablet.

Namun, pengguna tetap perlu melihat harga, dukungan aplikasi, kualitas layar, dan durasi pembaruan sebelum membeli. Perubahan terbesar Amazon kali ini bukan sekadar mengganti Fire menjadi Alexa. Perusahaan sedang mencoba menjadikan tablet sebagai perangkat Android yang sekaligus menjadi pusat interaksi AI dan layanan Amazon.

Sumber: Wired, 8 Oktober 2026.

Leave a comment

Write a Comment